DKI Jakarta Menutup 26 Tempat Hiburan Malam

DKI Jakarta Menutup 26 Tempat Hiburan Malam

DKI Jakarta Menutup 26 Tempat Hiburan Malam – Pecinta dunia malam di Jakarta harus menunda waktu untuk menikmati hiburan malam. Pasalnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memutuskan menutup 26 tempat hiburan malam hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tempat hiburan tersebut beoperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi periode 6 Juni – 10 Juli 2020.

Kepala Seksi Pengawasan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Iffan mengatakan tempat hiburan malam belum di izinkan beroperasi selama PSBB transisi. Pengelola tempat hiburan tersebut melanggar  Keputusan Gubernur Nomor 563 tahun 2020 Tentang Pemberlakuan beroperasi selama PSBB transisi. Pengelola tempat hiburan tersebut melanggar Keputusan Gubernur Nomor 563 tahun 2020 Tentang Pemberlakuan, Tahapan, dan Pelaksanaan Kegiatan/Aktivitas PSBB Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

\”Pelanggaran yang paling menonjol kami temukan yakni karaoke yang sudah mulai aktif, kemudian restoran atau kafe yang memiliki fasilitas live music. Kami sarankan temuan pelanggaran itu pada Satpol PP untuk menindak berupa pemberian sanksi,\” kata Iffan dilansir dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.

Menurut dia, beberapa tempat hiburan malam yang disegel seperti Bar, Karaoke, Cafe, Griya pijat, lounge, dan diskotik. Selain itu, empat usaha diantaranya disegel disertai sanksi adminitrasi sebesar Rp 25 juta.

Sedangkan beberapa tempat hiburan tidak menerapkan seperti protokol penularan COVID-19 seperti tidak menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, tidak menjaga jarak paling sedikit satu meter antara pengunjung, tidak adanya pengukur suhu tubuh, tidak menggunakan masker, dan tidak memastikan pengunjung yang datang dalam kondisi baik.

Untuk mencegah kasus serupa, seluruh pengusaha tempat hiburan malam telah mendapatkan sosialisai oleh Disparekraf DKI Jakarta. \” Tidak mungkin mereka tahu, pengawasan terus kami laksanakan untuk memastikan protokol Covid-19 dijalankan dan diterapkan saat beroperasi,\” kata dia.

Baca Juga : Bedanya Bar, Lounge, Pub, Diskotik, dan Klub Malam

Kepala Disparekrad DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia sebelumnya mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menekan resiko penyebaran virus corona. Pihaknya pun meningkatkan pengawasan dengan mengerahkan personel Satpol PP dan Aparatus Sipil Negara (ASN).

Cucu mengklaim upaya memperketat upaya tempat-tempat wisata di Ibu Kota berhasil. Ini tercermin dari rendahnya kasus pelanggaran di tempat hiburan malam. \”Ada tempat yang memang belum dibolehkan tapi mereka tetap buka misalnya karaoke dan kemarin ada juga diskotek yang buka di Jakarta Barat, kami segera datang untuk menutup tempat tersebut,\” kata Cucu beberapa waktu yang lalu.

 

 

 

 

Author: Tukangmakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *